MAKALAH POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL SEBAGAI PEDOMAN PEMBANGUNAN NASIONAL
BAB I
PENDAHULUAN
A. Pengertian Politik dan Strategi Nasional
1. Pengertian
Politik
Perkataan politik berasal dari kata Yunani “polistaia”. Polis, berarti
kesatuan masyarakat yang mengurus diri sendiri/ berdiri (Negara) dan taia
berarti urusan. Dari penggunaannya kata politik sering mempunyai arti yang
lain, untuk memberikan pengertian kata politik disampaikan dulu beberapa arti
kata politik dari segi kepentingan penggunaannya yaitu:
a)
Dalam arti
kepentingan umum (politics)
“poliitik” dalam arti kepentingan umum atau segala usaha untuk kepentingan
umum, baik yang berada di bawah kekuasaan Negara di pusat maupun maupun di
daerah lazim disebut politics yang berarti suatu rangkaian azaz atau prinsip,
keadaan serta jalan, cara dan alat yang digunakan untuk mencapai tujuan
tertentu. Politik dalam artian ini adalah medan dimana bergerak keseluruhan
individu atau kelompok individu masing-masing mempunyai kepentingan sendiri,
ide sendiri.
b)
Dalam arti
kebijaksanaan (policy)
Merupakan penggunaan pertimbangan-pertimbangan tertentu yang di angggap
lebih menjamin terlaksananya suatu usaha, cita-cita atau keinginan dan keadaan
yang kita kehendaki. Jadi politik dalam artian ini adalah tindakan dari satu
individu atau satu kelompok individu mengenai satu masalah atau keseluruhan
masalah dari masyarakat atau Negara (Lemhannas, 1995).
c)
Kata politik
secara etimologis berasal dari bahasa yunani “polisteia” yang akar katanya
adalah polis, berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu Negara dan
teia berarti urusan. Dalam bahasa Indonesia, politik dalam arti politics
mempunyai makna kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Politik merupakan
suatu rangkaian asas, prinsip, keadaan, jalan, cara, dan alat yang digunakan
untuk mencapai tujuan tertentu yang kita kehendaki. Politics dan policy
memiliki hubungan yang erat dan timbal balik. Politics memberikan asas, jalan
dan arah sedangkan policy memberikan pertimbangan cara pelaksanaan asas, jalan
dan arah tersebut sebaik-baiknya. Politik secara umum menyangkut proses
penentuan tujuan Negara dan cara melaksanakannya. Pelaksanaan tujuan itu
memerlukan kebijakan-kebijakan umum yang menyangkut pengaturan, pembagian, atau
alokasi sumber-sumber yang ada (Sumarsono, 2002).
Dari dua
pengertian diatas dapat kami simpulkan politik adalah suatu bentuk proses
kegiatan yang berlangsung di suatu negara yang dalam pelaksanaannya bertujuan
untuk mewujudkan tujuan suatu bangsa dengan berdasarkan kebijakan yang telah
berlaku dan ditetapkan.
2. Strategi Nasional
Strategi
Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional tersebut dalam mencapai
tujuan dan sasaran nasionalnya. Agar strategi nasional ini berjalan sesuai
dengan apa yang dikehendaki oleh pihak politik nasional, maka terlebih dahulu
harus diadakan pemikiran strategi yaitu melaksanakan telaah strategi dan
perkiraan strategi yang berarti berpikir secara intensif, ekstensif, analitis,
sintetis serta menyeluruh (Lemhannas, 1995).
Strategi berasal dari kata yunani “strategia” yang diartikan sebagai “the
art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam
peperangan. Karl von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa strategi adalah
pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenagan peperangan.
Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dengan
demikian, strategi tidak hanya menjadi monopoli para jendral atau bidang-bidang
militer, tapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasarnya
merupakan seni dan ilmu menggunakan dan mengembangkan kekuatan (ideologi,
politik, ekonomi, sosial budaya, dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah
ditetapkan sebelumnya. Politik nasional diartikan sebagai kebijakan umum
dan pengambilan kebijakan untuk mencapai suatu cita-cita dan tujuan nasional.
Dengan demikian definisi politik nasional adalah asas, haluan, usaha serta
kebijaksanaan Negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan,
pemeliharaan, dan pengendalian) serta penggunaan kekuatan nasional untuk
mencapai tujuan nasional. Strategi nasional disusun untuk pelaksanaan politik
nasional, misalnya strategi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang.
Jadi strategi nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai
sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional (Sumarsono, 2002).
Dari dua pengertian diatas dapat kami simpulkan strategi nasional adalah
bentuk cara yang harus dilakukan dalam pelaksanaan kebijakan yang telah
ditetapkan di politik nasional. Dengan kata lain, strategi nasional merupakan
cara untuk mewujudkan politik nasional yang diharaapkan di suatu negara.
B. Faktor-Faktor
yang Mempengaruhi Polstranas
Perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan di menangkan tidak atas dasar
kekuatan senjata belaka.pemakaian seimbang dan serasi antara unsure inteligensi
kekuatan jiwa bangsaindonesia di satu pihak, yang di dalam perjuangan fisik
dapat mempersatukan rakyat lebih dari 13.667 buah pulau menjadi satu masa
melawan belanda, dengan unsur kekerasan, yaitu militer dan rakyat yang militant
di lain pihak, menghasilan kemenangan yang gilang-gilang dalam waktu hanya 5
tahun saja. Karena cetusan kalbu bangsa Indonesia tersebut banyak bangsa
terjajahberani mengadakan perjuangan terhadap penjajahan mereka masing-masing
untuk memperoleh kemerdekaan. Perjuangan bangsa Indonesia sejak awalnya sudah
berazas Revolution
of Human Conscience. Dengan demikian maka perjuangan bangsa Indonesia
adalah prabawa dari azas geopolitik, satu panggilan untuk menyebarkan benih
yang sudah lama terpendam, yaitu benih human conscienceness, benih fitrah khas umat manusia. Suatu
perjuangan sebagai pancaran Amanat Penderitaan Rakyat, bahkan amanat penderitaan
umat manusia, akibat penjajahan, penindasan dan pengisapan, mengakibatkan
perjuangan Indonesia bercorak aneka muka dan merupakan perjuangan umat manusia
dan atau perjuangan dunia, yang bercita-cita tinggi, yaitu pembentukan suatu
Dunia baru bersih dari imperialisme dan kolonialisme di dalam segala bentuk dan
manifestasinya menuju perdamaian dunia sempurna abadi.
Perjuangan berdasarkan pancasila sebagai azas bangsa Indonesia, melandasi
bukan saja pelaksanaan perjuanganya, melainkan juga penemuan kembali integritas
bangsa Indonesia dan merupakan kekuatan pendorong penyebaran ideologi
pancasila. Di tinjau dari sejarah dan dari letak geografi, jiwa manusia yang
hidup di atasnya dan lingkungan, timbullah beberapa faktor yang merupakan
potensi atau kekuatan yang di gunakan untuk merealisasikan perjuangan tersebut
maupun adanya masalah-masalah atau problem yang harus di hadapi sebagai hakekat
ancaman. Potensi serta masalah-masalah tersebut merupakan faktor-faktor yang mempengaruhi politik dan strategi nasional, yang terdiri
dari unsur-unsur ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, Hankam, dan hekekat
ancaman.
A.
Ideologi dan
Politik
Potensi ideologi dan
politik di himpun dalam pengertian kesatuan dan persatuan nasional yang menggambarkan kepribadian bangsa, keyakinan atas
kemampuan sendiri dan yang berdaulat serta berkesanggupan untuk menolong
bangsa-bangsa yang masih di jajah guna mencapai kemerdekaannya. Mengadakan
kerja sama regional serta membentuk dan mewujudkan kesetabilan di wilayah Asia
Tenggara dan mengusahakan adanya kerja sama internasional dalam rangka
perjuangan dalam menghapuskan imperialism dan kolonialisme dalam segala bentuk
dan manifestasinya dan dari mana pun datangnya, keseluruhan itu tidak terlepas
terhadap penggabdian untuk kepentingan nasional.
B.
Ekonomi
Kesuburan, kekayaan alam, maupun tenaga kerja yang terdapat di Indonesia
merupakan potensi ekonomi yang besar sekali bukan saja untuk mencukupi
kebutuhan rakyat Indonesia, bahkan kemungkinan mampu untuk membantu mencukupi
keperluan dunia. Jumlah
penduduk Indonesia secara cepat berkembang, dapat di dalam waktu yang tidak
terlalu lama membawa Indonesia menjadi kekuatan yang perlu di perhitungkan
adalah baik jiwa di kembangkan bakat dan kemampuan di bidang ekonomi yang di
wariskan kepada kita. Secara fisik Indonesia menduduki posisi silang antara
2 (dua) benua dan 2 (dua) samudra. Posisi silang Indonesia itu tidak
hanya bersifat fisik saja. Tetapi saja mempunyai pengaruh terhadap ideologi,
politik, sosial, ekonomi, militer, dan demografi, di mana penduduk terdapat di
antara Negara yang berpendudukan minus di selatan (Australia) dan penduduk yang
besar di utara (RRC).
C.
Sosial
Budaya
Bangsa Indonesia yang terdiri dari banyak suku, bahasa, dan dialek serta
beraneka warna tradisi atau adat-istiadat, mempersulit persatuan dan kesatuan
bangsa. Tetapi justru ke-Bhinneka Tunggal Ika-an inilah merupakan kekuatan
kita, karena ruang hidup (lebensraum) yang sama dan persamaan juga di dalam
penderitaan serta penanggungan. Bahaya
pemecahan mudah sekali timbul, sukuisme dan rasialisme merupakan tantangan dan
ancaman laten. Oleh sebab itu segala daya dan dana harus di kerahkan dan di
manfaatkan untuk kepentingan preservation
of national unity. Ke- Bhennika Tunggal Ika-an merupakan pengikat
persatuan ampuh.
D.
Hankam
Perjuangan Indonesia sekaligus telah melahirkan Negara Republik Indonesia
dan kekuatan-kekuatan bersenjata dari kandungan rakyat yang terus-menerus di
bimbingkan dan dikembangkan. Kekuatan-kekuatan bersenjata tersebut telah
melampaui proses-proses penyempurnaan, baik kualitatif maupun kuantitatif yang
secara kronologis pertumbuhan itu selalu menyesuaikan dengan
kebutuhan-kebutuhan pertahanan dan keamanan nasional yang menjadi satu-satunya
hak milik nasional yang masih tetap untuk walaupun telah menghadapi segala
macam kekuatan sosial dalam perjuangan Indonesia serta memiliki potensi yang di
sebut sistem Pertahanan Keamanan Rakyat Semesta (SISHANKAMRATA).
E.
Ancaman
Yang di maksud dengan “ancaman” yaitu semua bentuk bahaya yang bersifat
ancaman, hambatan, dan tantangan, yang mempunyai akibat negatif dalam
kelangsungan hidup, integritas, dan identitas suatu negara dan bangsa. Dalam
rangka mencapai tujuan nasional, negara-negara besar dapat mewujudkan ambisinya
sedemikian rupa. Perwujudan ambisinya itu di salurkan melalui bidang-bidang
impoleksom, baik secara terbuka maupun secara tertutup, sehingga fisik maupun
non fisik dengan menggunakan berbagai dalih untuk mencapai sasarannya. Wujud
ambisinya merupakan suatu cetusan dari kepentingan-kepentingannya. Contoh ambisi
dari beberapa negara besar di berbagai bidang di antaranya adalah:
·
Bidang
Ideologi merupakan keperluan untuk meluaskan ideologinya seperti yang dilakukan
Uni Soviet dan RRC dalam usama pengkomunisan dunia.
·
Bidang
Politik merupakan keperluan untuk memperluas pengaruhnya, seperti yang
dilakukan oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet dalam usahanya untuk merebut
dominasi dunia.
·
Bidang
Ekonomi merupakan keperluan untuk mendapatkan bahan mentah serta pasaran bagi
industrinya dan memelihara life-line-nya.
Seperti yang di lakukan Jepang dalam usaha ekonominya.
·
Bidang
Sosial-Budaya merupakan keperluan untuk meluaskan kebudayaanya, seperti yang di
lakukan Amerika Serikat dengan usaha Amerikanisasi dunia.
·
Bidang
Militer merupakan keperluan untuk mempartahankan kepentingan-kepentingannya di
luar atau untuk membantu sekutu-sekutunya berdasarkan fakta-fakta militer,
seperti yang di lakukan Amerika Serikat dan Uni Soviet dengan move-move
militernya (Lemhannas, 1995).
BAB II
PEMBAHASAN
C. Hubungan antara Wawasan Nusantara, Ketahanan
Nasional, dan Politik Strategis Nasional
Wawasan
Nusantara adalah Wawasan Nasional bangsa Indonesia yang memanfaatkan konstelasi
geografi Indonesia. Wawasan tersebut merupakan orientasi hidup bangsa Indonesia
yang bersifat integratif dan seimbang di bidang bangsa, wilayah, psikologi,
ideologi, kebudayaan, politik, ekonomi, sosial, hukum, pertahanan dan keamanan.
Selain orientasi hidup integratif harus juga seimbang antara kepentingan dunia
dan akhirat, antara jiwa dan pikiran, antara material dan spiritual, antara
peri hidup darat, laut, dengan udara, antara nasional dan internasional dan
antara individu dengan masyarakat. Dengan perkataan lain bahwa orientasi hidup
bangsa Indonesia harus diarahkan kepada tercapainya kesatuan ideologi, politik,
ekonomi, sosial budaya, dan hankam. Berdasarkan hal tersebut, maka geostrategi
harus dapat kita rumuskan yang di dalamnya secara tegas merumuskan
kepentingan-kepentingan nasional utama (the national interest) yang merupakan
suatu infrastruktur bagi penentuan politik dan strategi nasional.
Selain itu,
ketahanan nasional yang seimbang di segala bidang yakni politik, ekonomi,
sosial budaya, dan hankam merupakan kekuatan di dalam pelaksanaan politik dan
strategi nasionalnya, dan sebaliknya dengan berhasilnya pencapaian
sasaran-sasaran nasional akan memberikan pengaruh kepada peningkatan Ketahanan Nasional.Dengan kata lain dapat juga dilihat hubungannya bahwa ketahanannasional
merupakan pedoman arah dan sasaran pembangunan nasional yang selalu diarahkan
untuk mewujudkan Wawasan Nusantara, selain itu bahwa pembangunan nasional
diselenggarakan dengan pendekatan nasional untuk menyelesaikan permasalahan
dalam pembangunan nasional dengan menggunakan metode Astagatra dan keterpaduan
menyeluruh. Ketahanan nasional yang seimbang di segala bidang merupakan
kekuatan di dalam pelaksanaan politik dan strategi nasionalnya, dan sebaliknya
dengan berhasilnya pencapaian sasaran-sasaran nasional akan memberikan pengaruh
kepada peningkatan Ketahanan Nasional (Lemhannas,
1995).
D. Proses Perencanaan Pembangunan Nasional
Hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan pembangunan nasional adalah
perencanaan pembangunan nasional itu sendiri. Suatu perencanaan yang sifatnya
strategis nasional harus mengikat semua aparatur pemerintah, swasta maupun
lembaga-lembaga masyarakat lainnya untuk menjamin terjadinya usaha di bidang
rencana maupun pada pelakanaannya, untuk penyusunan strategi yang akan ditempuh
dalam pencapaian sasaran-sasaran nasional. Untuk mencapai sasaran tersebut
perlu disusun rencana dalam bentuk program sebagai berikut :
1.
Perencanaan
pelaksanaan politik dan strategi nasional.
2.
Interalasi
system perencanaan.
3.
Saat dan
waktu perencanaan.
Di dalam pelaksanaan pembangunan harus melalui tahap-tahap pembangunan.
Tahap yang satu harus jelas kaitannya dan fungsinya terhadap tahap yang lain,
harus merupakan kelanjutan dan peningkatan dari tahap
selanjutnya. Tahap-tahap inilah yang dituangkan ke dalam rencana
pembangunan jangka panjang menengah yang meliputi jangka waktu lima tahun yang
dikenal dengan Repelita. Pada pembangunan nasional terdapat pola umum yang
terdiri dari program-program yang dikelompokkan dalam empat bidang :
1. Pembangunan
bidang ekonomi, yaitu strategy of unbalanced growth artinya pembangunan tidak
dapat dilakukan secara menyeluruh pada semua sektor di bidang ekonomi dengan
intensitas dan volume serta waktu yang sama.
2. Pembangunan
bidang sosial budaya, pembangunan di bidang ini meliputi keluarga berencana, transmigrasi, kesehatan, pendidikan, tenaga kerja, kesejahteraan sosial,
kebudayaan, dan agama.
3. Pembangunan
bidang politik, secara strategis diporoskan kepada pembangunan kekuasaan yang
berdasarkan atas hokum sesuai dengan UUD 1945.
4. Pembangunan
bidang hankamnas, dalam realisasi pembangunan hankamnas tergantung pada
kondisi-kondisi yang dapat diciptakan oleh pelaksanaan rangkaian
rencana-rencana jangka menengah dalam bidang ekonomi, yang menjadi sumber dan
penyediaan sarana-sarana bagi rencana-rencana pembangunan dalam bidang
hankamnas (Lemhannas, 1995).
Politik dan strategi nasional dalam aturan ketatanegaraan selama ini
dituangkan dalam bentuk GBHN yang diterapkan oleh MPR. Selanjutnya,
pelaksanaannya dilaksanakan oleh presiden/mandataris MPR. GBHN pada dasarnya
merupakan haluan Negara tentang pembangunan nasional yang diterapkan setiap
lima tahun dengan mempertimbangkan perkembangan dan tingkat kemajuan kehidupan
rakyat dan bangsa Indonesia. Pelaksanaan dituangkan dalam pokok-pokok
kebijaksanaan pelaksanaan pembangunan nasional yang ditentukan oleh presiden
sebagai mandataris MPR dengan mendengarkan dan memperhatikan sungguh-sungguh
pendapat dari lembaga tinggi negara khususnya DPR, merupakan politik
pemerintah. Jadi, politik pemerintah tidak menyalahi jiwa demokrasi dan tetap
berpedoman pada ketetapan MPR. Politik pembangunan sebagai pedoman dalam pembanguan nasional memerlukan keterpaduan tata
nilai, struktur, dan proses. Keterpaduan tersebut merupakan himpunan usaha
untuk mencapai efisiensi, daya guna, dan hasil guna sebesar mungkin dalam
penggunaan sumber dana dan daya nasional guna mewujudkan tujuan nasional.
Karena itu, kita memerlukan sistem manajemen nasional. Sistem manajemen
nasional berfungsi memadukan penyelenggaraan siklus kegiatan perumusan,
pelaksanaan, dan pengendalian pelaksanaan kebijaksanaan. Sistem manajemen
nasional memadukan seluruh upaya manajerial yang melibatkan pengambilan
keputusan berkewenangan dalam rangka mewujudkan ketertiban sosial, politik, dan
administrasi.
Makna Pembangunan Nasional merupakan usaha peningkatan kualitas manusia dan
masyarakat Indonesia secara berkelanjutan dengan memanfaatkan kemajuan ilmu
pengetahuan dan teknologi serta
memperhatikan tantangan perkembangan global. Pelaksanaannya mengacu pada
kepribadian bangsa dan nilai luhur yang universal untuk mewujudkan kehidupan
bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan, sejahtera, maju serta kukuh
kekuatan moral dan etikanya. Tujuan pembangunan nasional itu sendiri adalah
sebagai usaha untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh bangsa Indonesia. Dan
pelaksanaannya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga
merupakan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Pembangunan nasional
mencakup hal-hal yang bersifat lahiriah maupun batiniah yang selaras, serasi,
dan seimbang. Itulah sebabnya pembangunan nasional bertujuan untuk mewujudkan
manusia dan masyarakat Indonesia yang seutuhnya, yakni sejahtera lahir dan
batin (Sumarsono, 2002).
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Adapun
beberapa kesimpulan yang dapat kami simpulkan dari makalah ini, adalah sebagai
berikut :
1.
Politik dan
strategi nasional merupakan suatu cara
atau metode untuk melaksanakan kebijakan yang telah ditetapkan di suatu bangsa
untuk mencapai tujuan dalam pembangunan nasional.
2.
Strategi
nasional meliputi strategi dalam bidang politik, hankam, ekonomi, dan sosial
budaya.
3.
Politik dan strategi nasional mempunyai keterkaitan yang tidak dapat dipisahkan dengan wawasan nusantara
dan ketahanan nasional, karena bersama-sama dalam pelaksanaanya untuk
mewujudkan tujuan nasional bangsa Indonesia,
DAFTAR PUSTAKA
Lemhannas. 1995. Kewiraan untuk Mahasiswa. Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama.
Sumarsono. 2002. Pendidikan Kewarganegaraan. Jakarta:
PT Gramedia Pustaka Utama.
http://pancasilazone.blogspot.com/2012/05/politik-dan-strategi-nasional.html
http://melishaputri.wordpress.com/2013/06/24/politik-strategi-nasional/
http://ajisseh39.blogspot.com/2013/05/politik-dan-strategi-nasional.html
http://nadillaikaputri.wordpress.com/2013/04/24/pengertian-politik-dan-strategi-nasional/
http://politik.kompasiana.com/2013/08/25/pengertian-politik-dan-strategi-nasional586310.html

Komentar
Posting Komentar